Seorang pedagang yang sukses, suatu saat ingin mewariskan 2 (dua) toko yang dimilikinya kepada 2 (dua) orang anaknya, lokasi toko di kota yang berbeda. Anak pertama bernama Ugal dan anak kedua bernama Agil, mereka berdua mendapat toko yang sama barang dagangannya.
Ketika menyerahkan kunci toko kepada kedua orang anaknya, pedagang ini berpesan "Nak...kalau kamu ingin sukses seperti bapak, ingat dan lakukan pesan bapak ini, 1. jangan pernah menagih kepada orang yang berhutang kepadamu, 2. kalau berangkat pulang atau pergi ke toko jangan sampai terkena cahaya matahari. Lakukan pesan bapak ini, pasti kamu berhasil".
Demikian kedua orang anak ini memegang pesan ayahnya dengan teguh.
Setahun kemudian, sang pedagang berkunjung ke toko anak2nya, yang pertama dikunjungi adalah si Ugal. Pedagang ini gembira, karena toko yang dikelola Ugal rame, maju dan stok barang banyak. "Bagus Ugal, kamu telah berhasil mengelola toko ini dengan baik," jawab Ugal "Wah itu karena saya melakukan pesan ayah dengan disiplin, sehingga saya bisa sukses mengelola toko ini, terima kasih ayah". Si Pedagang pulang ke rumah dengan bahagia.
Selang beberapa hari sang pedagang mengunjungi toko si Agil, Pedagang ini kaget, karena toko yang dikelola Agil sepi, stok barang nda banyak, aura toko terlihat suram. "Mengapa tokomu ini sepi Agil ?" Jawab Agil "Wah ini terjadi karena saya melakukan pesan ayah dengan disiplin, sehingga saya tidak bisa sukses mengembangkan usaha ini" Si Pedagang pulang ke rumah dengan sedih.
Apa yang terjadi ?????
Rumus si Ugal menjalankan pesan sang ayah :
Ketika menyerahkan kunci toko kepada kedua orang anaknya, pedagang ini berpesan "Nak...kalau kamu ingin sukses seperti bapak, ingat dan lakukan pesan bapak ini, 1. jangan pernah menagih kepada orang yang berhutang kepadamu, 2. kalau berangkat pulang atau pergi ke toko jangan sampai terkena cahaya matahari. Lakukan pesan bapak ini, pasti kamu berhasil".
Demikian kedua orang anak ini memegang pesan ayahnya dengan teguh.
Setahun kemudian, sang pedagang berkunjung ke toko anak2nya, yang pertama dikunjungi adalah si Ugal. Pedagang ini gembira, karena toko yang dikelola Ugal rame, maju dan stok barang banyak. "Bagus Ugal, kamu telah berhasil mengelola toko ini dengan baik," jawab Ugal "Wah itu karena saya melakukan pesan ayah dengan disiplin, sehingga saya bisa sukses mengelola toko ini, terima kasih ayah". Si Pedagang pulang ke rumah dengan bahagia.
Selang beberapa hari sang pedagang mengunjungi toko si Agil, Pedagang ini kaget, karena toko yang dikelola Agil sepi, stok barang nda banyak, aura toko terlihat suram. "Mengapa tokomu ini sepi Agil ?" Jawab Agil "Wah ini terjadi karena saya melakukan pesan ayah dengan disiplin, sehingga saya tidak bisa sukses mengembangkan usaha ini" Si Pedagang pulang ke rumah dengan sedih.
Apa yang terjadi ?????
Rumus si Ugal menjalankan pesan sang ayah :
- Tidak memperkenankan pembeli untuk berhutang, namun si Ugal menjual barang dengan harga lebih murah, meski mendapat keuntungan lebih sedikit.
- Berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam, sehingga toko si Ugal buka lebih dulu, tutup terakhir.
Rumus si Agil menjalankan pesan sang ayah :
- Tergiur keuntungan yang lebih tinggi, si Agil memperkenankan pembeli untuk berhutang dan ketika banyak yang macet si Agil kebingungan karena tidak bisa menagih dan ndak bisa kulak'an barang lagi.
- Berangkat ke toko dan pulang ke rumah naik taksi supaya ndak kena matahari, sehingga pengeluaran tidak terkontrol, tidak hemat.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar